CARI DI BLOG INI

Memaparkan catatan dengan label Perempuan NTB. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label Perempuan NTB. Papar semua catatan

Perjuangan Perempuan, Siti Rohmi Djalillah Menang di Pilkada NTB

Mataram: Komisi Pemilihan Umum Daerah Nusa Tenggara Barat (KPU NTB) menetapkan hasil rekapitulasi perhitungan suara pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (pilkada) NTB, Minggu (8/6/2018) malam.

Hasil rekapitulasi tercatat paslon nomor urut tiga yang dimana pasangan ini merupakan satu-satunya yang menggandeng perempuan sebagai wakil gubernur yaitu pasangan Zulkieflimansyah dan Siti Rohmi Djalillah, yang diusung PKS dan Demokrat, dinyatakan unggul atau memiliki suara terbesar dibandingkan tiga paslon lainnya, dengan perolehan 811.945 suara.

Menyusul paslon nomor urut satu Suhaili-Amin yang diusung Golkar, PKB dan Nasdem meraih 674.602 suara, paslon nomor urut dua Ahyar Abduh-Mori Hanapi, yang diusung PDIP, PPP, PAN dan Geribdra mengantongi 637.048 suara dan paslon independen atau nomor urut empat Ali Bin Dachlan-Gede Sakti hanya meraih 430.007 suara.

Penetapan rekapitulasi hasil pilkada NTB dilaksanakan di Hotel Lombok Raya Mataram dengan pengawalan ketat aparat Kepolisian dan TNI.

KPU NTB memberikan kesempatan pada pihak yang keberatan untuk mengajukan Perselisihan Hasil Pemilihan (PHP) ke Mahkamah Konstitusi (MK) dalam tiga hari ke depan setelah penetapan rekaputulasi hasil pilgub.

“JIka tak ada yang mengajukan maka KPU akan segera menetapkan paslon gubernur dan wakil gubernur NTB terpiih,” jelas Ketua KPU NTB Aksar Anshari.

Tidak ditandatanganinya penetapan rekapitulasi hasil pilkada NTB oleh tiga saksi paslon, kata Anshari tidak akan berpengaruh pada proses yang akan dijalankan KPU selanjutnya.

“Ketika ada yang tidak menandatangani, itu sah. Kami berikan ruang terbuka untuk menyakan pendapat, melakukan klarifikasi, dan lain lain, sebagai bentuk pertangungjawaban. Bahkan tidak akan ada masalah jika semua saksi tidak menandatani, hasil rekapitulasi ini sah,” tegas Anshari.

Terkait formulir C6 yang dipermasalahkan para saksi, baik KPU maupun Bawaslu NTB memiliki pandangan yang sama, bahwa sebanyak 291.000 formulir C6 KWK memang harus dikembalikan untuk mengantisipasi adanya pemilih siluman.

“Ini mencegah disalahgunakannya formulir C6, justru jika tidak dikembalikan, maka itu masalah, akan ada pemilih fiktif,” katanya.

Sumber :
(Kompas/dik)

Sitti Rohmi Jadi Dambaan Remaja

AGENDA. Rektor Universitas Hamzanwadi Pancor, Dr. Hj. Ummi Sitti Rohmi Djalillah menjadi dambaan para remaja. Hal ini disampaikan langsung oleh Admin Relawan Sitti Rohmi Djalillah (Relasi) dalam Fun Page Resminya "Relasi"

"Saking bangganya dapat komunikasi langsung, ada yang menangis bahagia dengan pelukan erat dan banyak pula yang selfi," demikian Relasi

Dalam photo-photo yang di post itu, tampak remaja tersenyum seperti gambar. Potret tersebut menunjukkan betapa berharapnya para remaja dengan pigur Sitti Rohmi yang peduli dengan perkembangan generasi.

Calon Kades Perempuan ini Sanjung Perjuangan Sitti Rohmi

Potret Diskusi
EKSPRESI. ninebisa.net. Calon Kepala Desa Perempuan di Kecamatan Aik Mel mengagumi sosok Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah dengan segala bentuk perjuangannya.

Sitti Rohmi Jalillah dikenalnya sebagai tokoh yang berani mengangkat harkat dan martabat perempuan di mata-mata para elit pemerintahan.

 “Secara langsung beliau menjadi panutan kami untuk ikut andil dalam pembangunan daerah terutama pembangunan yang terkait dengan Sumber Daya Manusia,” tuturnya.

Nur’ Saidah, demikian nama lengkapnya dalam diskusi komunitas (24/08) menyampaikan sorotannya soal pembangunan saat ini banyak yang hanya fokus dengan pembangunan fisik saja.


Baca Catatan  LUCKY SANDRA AMALIA


“Pembangunan Fisik memang penting, namun apa artinya pembangunan fisik jika yang menempati dan menerima hasilnya hanya orang-orang berduit saja,” lanjutnya.  

Disinggung soal Sitti Rohmi Djalillah yang disanjung serta di dukungnya untuk Pilgub 2018 mendatang, Calon Kades yang siap bertarung 3 bulan lagi ini menjawab simpel, “Beliau kaum saya, dia muda, dan insyaAllah tidak  pikun untuk mandat pemberdayaan generasi-generasi hebat yang akan membantu pembangunan NTB,”ketusnya. (Kont Zona IV)

Jawaban Hebat Sitti Rohmi Djalillah soal Pilkada NTB 2018

NINEBISA.NET. BERSUMBER dari Bimakini.com memberitakan bahwa Ketua Umum Pusat Muslimat, Dr Hj  Sitti Rohmi Djalilah, menyatakan kesiapannya maju dalam Pilakada NTB n 2018. Bahkan, kesiapan itu bukan sebagai bakal calon (Balion) Wakil Gubernur NTB, akan tetapi sebagai Gubernur NTB.

Pernyataan itu disampaikannya usai mengikuti kegiatan Kunker Gubernur NTB, Dr HM Zainul Majdi dan Ketua Penggerak PKK NTB, Hj Erica  di Paruga Nae Bolo Minggu (09/07).

Rektor Universitas Hamzanwadi Selong ini mengatakan, pada momentum Pilkada NTB tahun 2018 mendatang siap untuk bertarung menggunakan   Partai  Demokrat. Kesiapan itu tidak sebatas omongan, akan tetapi dibuktikan melalui  berbagai upaya yang dilakukan hingga saat ini. Sekarang ini  sedang membangun komunikasi dengan partai pendukung untuk berkoalisi.

“Partai Demokrat tentu akan membangun komunikasi dengan partai lain untuk berkoalisi,karena tanpa berkoalisi dengan partai lain,intinya dengan mengandakan Partai Demokrat saja tidak mungkin,” tegasnya.

Siapa yang akan diambil sebagai pendampingnya? Rohmi mengatakan, untuk saat ini belum bisa dipastikan, hal yang jelas sedang dibangun komunikasi ke arah siapa yang akan diambil menjadi pendamping.

Kepastian siapa calon pendamping akan ditentukan berdasarkan perkembangan politik.  Satu di antaranya akan merujuk kepada tingkat popularitas dan elektabilitas. “Sementara patokannya itu saja,” ungkap mantan Ketua DPRD Lombok Timur itu. (BK36)

Membela Etika Atlit Perempuan dan Negara yang Dikeluarkan dari Federasi

NINEBISA.NET. KARENA membela etika, budaya dan kehormatan Islam, Turki memutuskan untuk keluar dan menarik atletnya dari kompetisi internasional, yaitu Turnamen Wushu Eropa untuk tahun ini.

Itu dilakukan sebagai bentuk protes terhadap penyelenggara turnamen yang melarang atlet Wushu perempuan mengenakan jilbab.

Wushu merupakan seni bela diri yang berasal dari Cina.

“Pada 2014, kami tidak membawa serta atlet wanita dari Turki ke kejuaraan, tapi tahun ini kami telah memutuskan untuk tidak menghadiri acara itu,” kata Abdurrahman Akyuz, dari International Wushu Federation Turki, seperti dikutip Onislam.net dari The Anadolu Agency,
Jumat (1/5).

Akyuz menekankan bahwa keputusan itu dibuat untuk memprotes aturan baru Federasi Wushu Eropa yang melarang atlet perempuan mengenakan jilbab dalam kompetisi.

“Turki tidak lagi mengakui Federasi Wushu Eropa dan sudah menyatakan hal ini kepada International Wushu Federation,” tambahnya.

Selain itu, ia mengatakan, Italia dan Prancis juga telah memutuskan untuk keluar dari Federasi Wushu Eropa dengan alasan “mal-administrasi”.

Bagi atlet Muslim Turki, Kompetisi wushu menyimpan memori buruk. Pada 2013, putri Akyuz yang juga atlet nasional Turki, Zeynep Akyuz, tidak mendapatkan nilai apapun ketika dia tampil dalam kompetisi karena mengenakan jilbab. Federasi mengatakan kostum Zeynep tidak sesuai dengan aturan federasi.

Baca :
Bukit Terindah di Sembalun

Sebagai tanggapan, Zeynep Akyuz mengatakan bahwa keputusan Federasi Wushu Eropa untuk melarang atlet wanita memakai jilbab adalah tidak sopan untuk dunia Islam.

Seorang pejabat senior dari Federasi Wushu Turki mengatakan pada Rabu (29/4), “Turki tidak akan berpartisipasi dalam acara yang diselenggarakan oleh Federasi Wushu Eropa karena adanya larangan wanita mengenakan jilbab.”

Islam memandang mengenakan jilbab sebagai kewajiban dalam berpakaian, bukan simbol yang menunjukkan afiliasi seseorang.

Sumber : Salam Online

Restu untuk Sitti Rohmi Djalillah semakin OK

NINEBISA.NET. Bersumber dari LOMBOKPOST.NET memberitakan bahwa perempuat inspiratif, Rektor Universitas Hamzanwadi Dr. Hj Sitti Rohmi Djalillah akhirnya menyatakan kesiapannya bertarung di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gubernur NTB 2018 mendatang. Kesiapan tersebut diungkapkannya meski di awal sebelumnya masih malu-malu mendeklarasikan diri.

“Insya Allah,” jawabnya singkat ketika ditanyai Lombok Post mengenai kesiapannya tersebut.

Tak hanya bergerak di media sosial, saat ini sejumlah spanduk dan baliho mantan Ketua DPRD Lombok Timur (Lotim) ini telah terpasang di sejumlah titik. Mulai di wilayah Lotim hingga Mataram. Baliho yang bertuliskan mulai dari tagline ‘NTB Untuk Kita’ hingga ‘Teruskan Ikhtiar TGB’ menjadi jargon yang diusung kakak Kandung Gubernur NTB HM Zainul Majdi tersebut.

Keinginan Rohmi untuk maju di Pilgub ternyata tidak terlepas dari beberapa alasan. Diantaranya yakni restu dari suaminya yang menjabat Ketua DPRD Lotim saat ini H Khairul Rizal dan juga dukungan dari organisasi Nahdlatul Wathan dan Partai Demokrat.

“Insya Allah sudah (memberi izin, Red). Karena baik Demokrat dan internal Organisasi Nahdlatul Wathan juga telah mendorong bu Rektor untuk maju di Pilgub NTB,” kata Khairul Rizal ditemui di Kantor DPRD Lotim kemarin (4/5).

Apakah Rohmi maju di Pilkada NTB mengincar posisi satu atau dua? Rizal menjelaskan akan dianalisa berdasarkan hasil survei. Kemudian baru dilihat respon masyarakat dan dukungan formal dari partai politik selain demokrat. Mengingat untuk maju di Pilgub dijelaskannya butuh 13 kursi di DPRD Provinsi NTB. “Yang jelas kami di demokrat itu selain melihat integritas dan kapabilitas bu rektor tetapi juga elektabilitasnya,” ujarnya.

Menjawab pertanyaan sejumlah pihak mengenai status Rohmi sebagai perempuan yang akan maju menjadi pemimpin daerah, Rizal memberikan jawaban. Menurutnya, gender saat ini tidak menghalangi seorang perempuan menjadi pemimpin yang hebat. Hal tersebut sudah dibuktikan oleh Wali Kota Surabaya Tri Risma Maharani.

“Perempuan sudah membuktikan kinerja yang baik. Berkaca dari Wali Kota Surabaya Bu Risma, bahkan saya bilang Bu Risma adalah sosok Kepala Daerah Bupati/Wali Kota terbaik se-Indonesia. Itu menurut saya probadi,”jelas Rizal.  (ton/r2)

Alasan Pertama Membela Ikhtiar Sitti Rohmi Djalillah

NINEBISA.NET. Sitti Rohmi Djalillah adalah bukan karena ia adalah cucu Maulana Syaihk (dari benak penulis). Bukan juga karena ia kakak kandungnya Tuan Guru Bajang. Namun berdasarkan, apa yang tertuang dalam salah satu fun page jejaring sosial, (Buka, Like & Share) alasan diantaranya perempuan adalah kaum Ibu kita.

Soal kontroversi kebolehan perempuan menjadi pemimpin BACA DISINI. Semoga Allah SWT mengampuni dosa kita semua yang selalu menjadikan ayat-ayat suci-Nya hanya disaat ada kepentingan. Padahal, dari zaman bahula perempuan menjadi pemimpin, perempuan menjanda dan menghidupi dan memimpin keluarganya, perempuan dijadikan tulang punggung, perempuan dieksploitasi di kantor-kantor dinas jarang disinggung.

“Bukankah itu juga namanya pemimpin?”

“Ya. Tapi ini kan NTB, sebuah daerah yang Bupatinya banyak laki-laki. Masa Gubernurnya perempuan.”

Jika Allah berkehendak, tidak ada yang tidak mungkin. Karena, dari hati nurani yang terdalam bacalah bagaimana perempuan zaman ini. Tertindas, dilecehkan, dan Naudzubillah itu terjadi pada perempuan-perempuan yang aktif mengamalkan syariat agama kita. Marilah sejenak kita bershalawat kepada Rasulullah yang sangat mencintai perempuan.

Maka dengan munculnya Sitti Rohmi Djalillah sebagai bakal calon Gubernur Nusa Tenggara Barat, kalah ataupun menangnya kelak, semoga menjadi dakwah inspirasi bahwa perempuan itu bisa. Bisa lebih terhormat dan berjuang menjadi kaum-kaum terhormat agar tidak dilecehkan oleh om-om bangsat.

Semoga Sitti Rohmi bisa menjadi inspirasi bahwa perempuan itu mampu bertarung mengarungi kejamnya fitnah yang paling kejam. Sitti Rohmi Djalillah hadir sebagai inspirasi kita semua, “politik yang kejam saja, mampu dilawan perempuan” apalagi penderitaan hidup yang hanya membutuhkan tengadahan tangan. “DO’A”. Mari bersama kekuatan pengakuan bahwa perempuan adalah tiang agama.

Ini menjadi alasan pertama kami. Alasan kedua tunggu postingan kami. Kita tunggu ikhtiar organisasi yang sudah memuliakan perempuan, dalam hal ini Nahdlatul Whatan. Apakah NW akan mendeklarasikannya ataukah….? Kita tunggu saja, paling tepat mungkin di moment Hultah NWDI yang ke 82 tahun depan.

AMALAN MAQOMI MASTURAH atau PEREMPUAN

Maqami adalah amalan ketika pulang khuruj fi sabilillah. Istilah Maqami ini cukup populer di kalangan Jamaah Tabligh. Tujuan menghidupkan amal Maqomi adalah bagaimana kita bisa menghidupkan suasana agama di lingkungan mesjid kita.

Terutama bagi yang pulang dari Khuruj Fissabillillah penting bagi mereka menghidupkan amal maqomi untuk menjaga dan memelihara keimanan mereka. Jadi tujuan dari membuat amal maqomi bukan untuk merubah lingkungan tetapi untuk mewarnai lingkungan yaitu lingkungan yang hidup dengan amal agama.

1. Ta`lim Rumah


Taklim rumah ini harus dan wajib dibuat , baik kepada istri-istri yang belum mengambil kerja masturah maupun yang sudah, orang tua kita katakan walaupun amalan laki-lakinya sudah menyerupai Hasan Basri rah.a, dan amalan istrinya seperti Rabiah al Adawiyah maka tetap taklim rumah harus di buat secara istiqomah di tempat dan waktu yang sama minimal 30 menit plus mudzaarah 6 sifat. Dan ada hari-hari tertentu kita buat mudzakarah adab-adab sehari-hari dan masail.

2. Ta`lim Muhallah.


Penting sekali agar istri-istri kita di libatkan ikut serta dalam taklim mualah mingguan di muallah, dan tertib-tertib taklim muallah diantaranya beberapa wanita bisa menjalankan program, program dimusyawarahkan oleh kaum lelaki , dan taklim muallah harus di ketahui dan di setujui oleh markaz.

Kalau istri kita tak mendukung / menentang usaha dakwah maka hal-hal yang harus kita lakukan diantaranya :

1. Kita harus tetap tunaikan hak-hak istri kita walaupun dia menentang dan tidak setuju dengan usaha dakwah ini, kasih sayang kita jangan lah berkurang sedikitpun kepada dia , jangan main ancam-ancam untuk melakukan poligami kalau istri kita menolak dakwah, jangan pernah punya pikiran seperti itu, kita harus tetap tunaikan keperluan dan hak dia.

2. Kita jangan menuntut hak kita di tunaikan, kalau sekiranya istri kita tidak mau mencucikan baju kita ya kita cuci sendiri, kalau istri kita tidak mau masak yang masak sendiri bahkan kalau istri kita tidak mau di ajak ”tidur” ya kita tidur sendiri. Intinya kita jangan menuntut hak kita.

3. Tetap lakukan dakwah secara istiqomah, waktunya nisab kita tetap berangkat walau istri tidak setuju, kalau kita pulang istri kita marah, maka kita diam saja dengan tetap jaga kasih sayang, jangan pernah lupa hak istri walau dia mati-matian menentang dakwah. Insya Allah kita semua niat amal.

Subhanallahi wabihamdika ashadu ala ilaha ila anta astagfiruka waatubuhu ilaik’..

Perjuangan Perempuan Masturoh dalam Usaha Dakwah

Usaha dakwah adalah tanggung jawab kita baik laki-laki maupun wanita tanpa kecuali. Dalam kerja dakwah mutlak kita harus melibatkan istri-istri dan wanita-wanita kita. Dalam kerja dakwah tidak cukup dengan anggapan yang penting istri kita sudah memperbolehkan kita ikut usaha dakwah saja, atau yang penting istri kita sudah senang dengan usaha dakwah , karena yang sesungguhnya diharapkan dari kita para pria adalah bagaimana kita membawa istri-istri dan wanita-wanita ahli keluarga kita supayah terlibat dan terjun langsung didalam usaha dakwah ini.

Seperti kita sering dengar begitu pentingnya wanita-wanita dilibatkan dalam usaha dakwah karena kalau kita mau melihat pada kenyataan yang ada jumlah wanita lebih banyak dari jumlah laki-laki mungkin bisa satu kali lipat atau dua kali lipat jadi kalau hanya laki-laki saja yang ambil bagian dalam usaha dakwah ini artinya baru 25% usaha kita untuk mencapai keberhasilan dalam dakwah , tetapi kalau wanita-wanita dan istri-istri ikut terlibat dalam usaha dakwah ini maka keberhasilan bisa betul-betul mencapai 100%.

Kita juga dapat melihat bahwasanya anak-anak fitrahnya lebih dekat kepada ibu, karena memang sehari-hari waktu mereka habiskan dengan ibu-ibu mereka, sedangkan bapak-bapak mereka sibuk di luar rumah, baik untuk bekerja maupun untuk yang lainnya, sehingga anak-anak kita ini selama 24 jam waktunya akan di habiskan untuk berkumpul bersama ibunya.

Kalau wanita-wanita ambil bagian dalam dakwah maka gerak dakwah akan lebih leluasa, sering kita dengar kalau hanya laki-laki saja yang berdakwah agama hanya sampai keruang tamu, karena kita tidak bisa langsung berdakwah kepada wanita, tapi kalau wanita sudah ikut ambil bagian dalam usaha dakwah ini maka agama akan betul-betul masuk kedalam rumah bahkan sampai ke dapur , sampai ke sumur dan yang dasyatnya akan sampai “kekasur”.

Allah swt tidak pernah mengutus Rasul dari kalangan wanita, tapi apabila Allah hendak menurunkan hidayah pada suatu negeri maka Allah akan lihat sejauh mana wanita-wanita ambil bagian dalam kerja-kerja dakwah , sehingga kalau kita lihat Nabi-nabi yg istri-istri mereka ikut ambil bagian dalam kerja dakwah hidayah akan tercurah-curah ( Nabi Ibrahim as, Rasulullah saw ) , begitu sebaliknya Nabi Nuh as berdakwah 950 tahun hanya 83 orang saja karena istri beliau tidak mendukung dalam kerja dakwah, kalau hanya suami saja yang aktif dalam usaha dakwah tanpa di dukung oleh istrinya seperti burung hanya dengan 1 sayang .

Sekiranya istri kita tidak mendukung dalam usaha dakwah maka akan berakibat kita menjadi lemah dalam usaha dakwah, walau pun orang sekampung menolak kita tapi istri kita mendukung maka hati akan menjadi tenang , tapi sebaliknya walau pun orang sekampung mendukung tapi istri menetang maka suasana hati dan rumah kita menjadi panas , maka bisa kita lihat banyak pekerja dakwah yang lemah karena istri-istri mereka tidak mendukung dalam kerja dakwah.

Oleh karenanya penting sekali wanita di libatkan dalam usaha dakwah , karena wanita memiliki potensi dan kekuatan diantaranya :

    Didalam memengang prinsip dan keyakinan wanita jauh lebih hebat di banding pria, karena kalau wanita sudah mendapatkan dan menyakini suatu prinsip maka dia akan bersungguh-sungguh memegang prinsip dan keyakinannya tersebut. Kita bisa lihat ketika Rasulullah saw meninggal dunia dan diawal-awal Abu Bakar menjadi khalifah yang ketika itu banyak kaum muslim menjadi murtad tetapi Ajibnya tak satu pun wanita yang murtad, dan kita juga bisa lihat manusia yang pertama kali habis-habisan untuk usaha agama adalah wanita yaitu Khadijah r.ha
    Wanita memiliki kekuatan untuk menyebarkan sesuatu, kalau kemampuannya itu digunakan untuk menyebarkan kebatilan maka kebatilan akan cepat tersebar begitupun kalau kemampuannya itu di gunakan untuk perkara agama maka agamapun akan mudah tersebar. Oleh karena itu bagaimana kita berusaha sekuat tenaga untuk kita membawa istri dan para wanita di keluarga kita agar terlibat dalam usaha dakwah ini.

Maksud kerja agama di kalangan wanita adalah agar wujudnya agama yang sempurna di rumah kita , sehingga kebahagiaan yang sempurna akan datang kepada kita sehingga kita dapat menjadikan rumah kita sebagai surgaku dengan terwujud agama yang sempurna .

Target jangaka pendek kerja di kalangan wanita.

    Menjadikan istri kita sebagai `Alimah ( berilmu ) sehingga senantiasa istri kita duduk dalam taklim secara istiqomah karena nantinya istri kita yang akan bertanggung jawab dengan taklim di rumah. Taklim di rumah adalah usaha awal kerja agama dikalangan wanita, apabila kita telah membuat dan menghidupkan taklim di rumah maka ini seolah-olah kita telah mempersilahkan agama masuk kerumah kita. Apabila di rumah kita ada taklim yakni dibacakan firmah Allah swt dan sabda Rasulullah saw maka ini seolah-olah istri dan anak-anak kita setiap harinya mendapatkan nasehat langsung dari Allah swt dan Rasul-Nya. Sehingga ahli keluarga kita akan lembut dan ada kegairahan beramal serta ada kerinduan terhadap kampung akhirat dan bahkan ahli keluarga kita ada semangat untuk berjuang dan berkorban untuk agama Allah swt.
    Supaya istri kita menjadi Murabbiyah ( pendidik ), sehingga dapat mendidik anak-anak kita secara islami. Kalau kita melihat generasi sahabat, maka pada saat umur 18 tahun sampai 20 tahun seperti Usama bin zahid , Thariq bin Ziyad mereka sudah sanggup membawa pasukan yang jumlahnya puluhan ribu untuk menyebarkan agama keluar negeri, tapi kalau kita melihat keadaan hari ini sangat berbeda jauh sekali anak-anak kita umur 20 tahun hanya bisa kongko-kongko menghabiskan harta orang tuanya, bahkan yang terparah mereka sudah tak mengetahui lagi maksud hidup mereka, bahkan sudah tak mempunyai cita-cita untuk menyebarkan agamanya. Maka disinilah peran istri kita untuk mendidik dan membina anak-anak kita supayah menjadi generasi-generasi pilihan; Alim-Alimah , Hafiz-Hafizah , Sholeh-Sholehah, Dai-Daiyah
    Supayah istri kita menjadi `Abidah ( ahli ibadah ), maksudnya agar istri kita rajin menjaga ibadahnya sehingga istri-istri kita selalu menjaga sholatnya tepat pada waktunya, bahkan mereka juga menjaga sholat-sholat sunah ( Dhuha, Tahajud, hajad, dll ), Istri kita menjadi rajin membaca alquran minimal 1 juz setiap hari, menjaga dzikir pagi petang, bahkan rajin membaca doa-doa masnunah sehingga istri kita dapat membantu kita menarik pertolongan Allah swt , bahkan nanti sampai pada tahapan istri kita selalu menyelesaikan setiap masalah langsung kepada Allah swt melalui amalan.
    Supaya istri kita menjadi Zahidah ( sederhana ), sehingga kehidupan istri-istri kita meneladani sahabiyah-sahabiyah ra. Kehidupan dan rumah para sahabiyah sangat sederhana, bahkan seumur hidupnya Rasulullah saw tidak pernah memakan tepung yang halus dan Aisyah rha selama menjadi istri Rasulullah saw hanya mempunyai pakaian baru cuma dua kali saja. Para sahabiyah dan istri-istri Nabi saw melakukan segala perkerjaan rumah tangga sendiri sampai-sampai Fatimah anak dari jungjungan kita Rasulullah saw selalu dalam keadaan yang sangat memprihatinkan padahal dia adalah putri kesayangan Rasulullah saw, oleh karena itu melalu usaha dakwah ini kita mengharapkan istri-istri kita mencontoh kehidupan para sahabiyah.
    Istri kita menjadi Khaddimah ( berkhidmad ), yakni membantu melayani dan mendorong suami keluar dijalan allah, untuk kerja-kerja agama.
    Istri kita supayah menjadi seorang Da`iyah ( penda`wah wanita ), dia ada fikir dan risau atas keadaan umat, karena pada dasarnya istri-istri sering kali berfikir atas hal-hal yang menyusahkan dirinya ( beras belum habis sudah pusing mikirin beras untuk besok ) , mudah menangis ( anak yang sakit dia yang menangis ), maka kalau mereka gunakan tangisan dan risau dia maka hal tersebut sangat kuat untuk menarik pertolongan Allah swt , dengan kekuatan itu dia akan membujuk wanita-wanita yang datang kerumah kita untuk ambil bagian dalam usaha atas agama

Maka bagaimana pun pentingnya usaha atas masturah, usaha tersebut harus di buat dengan sangat-sangat hati-hati, perlu diperhatikan tertib-tertibnya dan usul-usulnya , maka sering kita dengar kalau jamaah rizal ( laki-laki ) yang penting keluar untuk berdakwah dulu tertib nomor 2 sedangkan untuk jamaah masturah (wanita) sebaliknya. Masturah dikeluarkan harus dengan tertib kalau tidak memenuhi tertib dan usul-usulnya maka masturah tidak boleh di keluarkan.

Tertib-tertib masturah secara Umum :

1. Dikontrol oleh markaz

2. Tidak boleh bawa anak

3. Muhrim hakiki ( suami )

4. Harus diketahui kemana tujuannya

5. Garis taqwa Masturah ini harus keluar dengan hijab sempurna ( Purdah bukan Cadar, jaga suara )

Tertib-tertib masturah secara Khusus :

Untuk jamaah 3 hari :

1. Laki-lakinya harus sudah keluar 3 hari , masturahnya harus sudah pernah duduk dalam taklim masturah,

2. Istri kita harus siap memakai purdah,

3. Harus dari keinginan istri kita sendiri, jgn sampai suami main paksa,

4. Jumlah jamaahnya antara 4 – 7 pasang

Untuk 15 hari :

Sama seperti tertib 3 hari tapi untuk laki-lakinya pernah keluar 40 hari , dan masturahnya pernah keluar 3 kali 3 kali.

Untuk jamaah 40 hari :

Sama seperti tertib 15 hari hanya saja masturahnya pernah keluar 15 hari

Untuk jamaah 2 bulan IP ( India, Pakistan )

Sama seperti tertib 40 hari tetapi Laki-lakinya sudah pernah ke IP , masturahnya minimal pernah keluar 15 hari dan ini sepenuhnya di tafakut oleh markaz Jakarta.

Kalau misalnya istri kita sudah dilibatkan dalam kerja masturah , maka sangat-sangat di anjurkan tetapi ini bukan nisab karena untuk masturah tidak ada nisab hanya saja ini sangat di tekankan supayah istri kita keluar setiap 3-4 bulan selama 3 hari, dan untuk tahunannya 15 hari dan 3 tahun sekali 40 hari. Kalau istri sudah siap keluar masturah maka di berikan mudzakarah untuk mempersiapkan apa-apa yang harus di persiapan sebelum keluar.

Walaupun istri kita sudah keluar masturah IP ( India, Pakistan ) tapi tidak melakukan hal-hal yang diatas ( 3 hari setiap 3-4 bulan, 15 hari setiap tahun dan 3 tahun sekali 40 hari ) maka fikir keduniaan istri kita akan kuat dan fikir akhiratnya akan melemah. Maka pentingnya istri kita melakukan hal-hal tersebut diatas dan yang tidak kalah pentingnya bagaimana istri-istri kita libatkan dalam usaha maqomi.

MAQOMI MASTURAH

1. Ta`lim Rumah

Taklim rumah ini harus dan wajib dibuat , baik kepada istri-istri yang belum mengambil kerja masturah maupun yang sudah, orang tua kita katakan walaupun amalan laki-lakinya sudah menyerupai Hasan Basri rah.a, dan amalan istrinya seperti Rabiah al Adawiyah maka tetap taklim rumah harus di buat secara istiqomah di tempat dan waktu yang sama minimal 30 menit plus mudzaarah 6 sifat. Dan ada hari-hari tertentu kita buat mudzakarah adab-adab sehari-hari dan masail.

2. Ta`lim Muhallah.

Penting sekali agar istri-istri kita di libatkan ikut serta dalam taklim mualah mingguan di muallah, dan tertib-tertib taklim muallah diantaranya beberapa wanita bisa menjalankan program, program dimusyawarahkan oleh kaum lelaki , dan taklim muallah harus di ketahui dan di setujui oleh markaz.

Kalau istri kita tak mendukung / menentang usaha dakwah maka hal-hal yang harus kita lakukan diantaranya :

1. Kita harus tetap tunaikan hak-hak istri kita walaupun dia menentang dan tidak setuju dengan usaha dakwah ini, kasih sayang kita jangan lah berkurang sedikitpun kepada dia , jangan main ancam-ancam untuk melakukan poligami kalau istri kita menolak dakwah, jangan pernah punya pikiran seperti itu, kita harus tetap tunaikan keperluan dan hak dia.

2. Kita jangan menuntut hak kita di tunaikan, kalau sekiranya istri kita tidak mau mencucikan baju kita ya kita cuci sendiri, kalau istri kita tidak mau masak yang masak sendiri bahkan kalau istri kita tidak mau di ajak ”tidur” ya kita tidur sendiri. Intinya kita jangan menuntut hak kita.

3. Tetap lakukan dakwah secara istiqomah, waktunya nisab kita tetap berangkat walau istri tidak setuju, kalau kita pulang istri kita marah, maka kita diam saja dengan tetap jaga kasih sayang, jangan pernah lupa hak istri walau dia mati-matian menentang dakwah. Insya Allah kita semua niat amal.

Subhanallahi wabihamdika ashadu ala ilaha ila anta astagfiruka waatubuhu ilaik’..


Mengenal Perempuan yang digelar Perisai Rasulullah

Perempuan NTB. NINEBISA.NET. Tahukan Anda bagaimana perempuan di zaman Rasulullah SAW. Perempuan sangat dimuliakan. Siapa yang memuliakannya. Adalah yang menciptakan perempuan yaitu Allah subhanahu wataala dan Rasululullah sallahuailihwasallam. Terbukti dengan diberikannya takdir perempuan untuk menghalangi panah musuh sesuai hikayah dibawah ini. 

Dikisahkan dari berbagai sumber terkait Hikayatusahabat adalah Ummu Imarah. Panggilan akrab Nusaibah binti Ka'ab. Dalam blog ini, namanya kami abadikan dalam sebuah jargon blog ninenusa-ntb.blogspot.com “Nurani Nusaibah untuk NTB”.

Ilustrasi :Goangone.blogspot.com
Soal kami mengambil nama tersebut, silahkan browsing judul terkait.  Nusaibah binti Ka'ab  adalah seorang sahabat Rasulullah dari kalangan wanita yang telah mengukirkan banyak jasa untuk dakwah Islam.

Nusaibah binti Ka'ab adalah wanita yang tangguh lagi pemberani, ia adalah lambang keberanian yang abadi. Kisahnya yang paling dikenal adalah ketika umat Islam berperang melawan orang-orang kafir dalam perang Uhud.

Baca Juga

Menangislah, InsyaAllah Sakit Matamu Berhenti dan Penglihatanmu Terbantu   

Dalil Perbanyak Berdzikir, Istigfar dan Memohon Ampunan Kepada Allah Swt   

Manfaat Surat Al Hujarat, An Nahl, Attaubah dan Surat Maryam untuk Ibu Hamil   

Manfaat Surat Yusuf untuk Ibu Hamil dan Menyusui   

Manfaat Surat Yaasin Bagi Ibu Hamil dan Menyusui


Dikisahkan pada saat itu Rasulullah tengah berdiri di puncak Uhud dan pada saat itu pula para pasukan musuh tengah mendekat ke arah Rasulullah untuk menyerang beliau. Nusaibah binti Ka'ab yang melihat hal itu lalu mencoba melindungi Rasulullah dengan mengibas-ngibaskan pedangnya untuk menghalau anak panah yang mengarah kepada Rasulullah.

Ia berperang dengan sungguh-sungguh dan penuh keberanian, bahkan demi melindungi Rasulullah ia tidak memperdulikan keselamatan dirinya sendiri. Meskipun pada saat itu ia menderita luka-luka di tubuhnya, namun ia tetap berusaha melindungi Rasulullah SAW.

Ketika melihat Nusaibah binti Ka'ab terluka, beliau kemudian bersabda,

"Wahai Abdullah (putra Nusaibah), balutlah luka ibumu! Ya Allah, jadikanlah Nusaibah dan anaknya sebagai sahabatku di dalam surga."

Mendengar do'a dari Rasulullah, semangatnya justru menjadi semakin bergejolak dan tidak lagi memperdulikan rasa sakit ditubuhnya akibat luka tersebut dan terus berperang untuk membela agama Allah dan Rasul-Nya, Nusaibah berkata, "Aku telah meninggalkan urusan duniawi".

Nusaibah pun mengisahkan perjuangannya dalam pertempuran Uhud, "...saya pergi ke Uhud dan melihat apa yang dilakukan orang. Pada waktu itu saya membawa tempat air. Kemudian saya sampai kepada Rasulullah Shallallahu alaihi Wassalam yang berada di tengah-tengah para sahabat.

Ketika kaum muslimin mengalami kekalahan, saya melindungi Rasulullah Shallallahu alaihi Wassalam, kemudian ikut serta di dalam medan pertempuran. Saya berusaha melindungi Rasulullah Shallallahu alaihi Wassalam dengan pedang, saya juga menggunakan panah sehingga akhirnya saya terluka."

Nusaibah adalah juga merupakan wanita yang sabar, ia selalu mementingkan kepentingan orang lain. Contoh dari kesabarannya adalah ketika ia menerima kabar bahwa salah seorang putranya syahid, ia tidak bersedih tapi justru ia malah bangga karena ia yakin bahwa Allah akan memuliakan anaknya di akhirat kelak.

Selain Perang Uhud, Nusaibah bersama suami dan putra-putranya juga ikut dalam peristiwa Hudaibiyah, Perang Khaibar, Perang Hunain dan Perang Yamamah. Dalam berbagai pertempuran itu, Nusaibah tidak hanya membantu mengurus logistik dan merawat orang-orang yang terluka, tapi juga memanggul senjata menyambut serangan musuh. Nusaibah meninggal dunia beberapa tahun setelah perang Yamamah.

Sumber :
Hikayatussahabah. Maulana Muhammad Zakaria al-Kandahlawi. Pustaka Rhamadan. 2014
http://www.makintau.com. Wanita wanita tangguh di zaman rasulullah.Desember 2015

NEWS