CARI DI BLOG INI

Memaparkan catatan dengan label Pilgub 2018. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label Pilgub 2018. Papar semua catatan

Perempuan Inspiratif Menuju Ikhtiar NTB Satu

Sumber : Facebook Assagaf Hamdi
Catatan ini terinspirasi dari catatan wartawan Lombok Post, Hamdani Whatoni. Dari media populer di NTB ini bagimana profil Dr. Sitti Rohmi Djalillah dikenal. Ternyata beliau adalah sang Juara.  “Alhamulillah ternyata dapat juara umum juga. Padahal pesaingnya berasal dari sejumlah sekolah ternama yang ada di Kota Mataram,” tuturnya sebagaimana yang diberitakan Lombok Post.

Lombok Post juga mencatat bahwa Rektor Universitas Hamzanwadi ini kini menjadi salah satu figur perempuan yang digadang sebagai calon kuat dalam Pilgub NTB mendatang.

Lebih lengkap, Jawa Post Group itu juga membaca bahwa Tokoh Perempuan ini memiliki wajah yang teduh. Dalam setiap kata yang dia ucapkan, sebagian besar diakhiri dengan  senyum tipis. Anak pertama dari almarhum HM. Djalaluddin dan Siti Rauhun ini merupakan kakak dari Gubernur NTB Dr HM Zainul Majdi dan empat saudara lainnya.

Dr. Sitti Rohmi Djalilah lahir di Pancor 29 Nopember 1968. Namun demikian, ia tumbuh besar di Mataram di kediaman orang tuanya. Ia menghabiskan mas kanak-kanak di SDN 3 Mataram kemudian SMPN 2 Mataram dan SMAN 1 Mataram.

Sejak duduk di bangku kelas  SD hingga SMA, istri Ketua DPRD Lotim H Khairul Rizal ini adalah langganan juara umum di sekolahnya. Apa rahasianya? Rohmi pun mengungkap bagaimana ia berhasil mendapatkan sejumlah prestasi yang diraihnya. “Semua biasa saja tidak ada yang istimewa. Semua berjalan apa adanya karena orang tua memang mendidikkami hidup sederhana,” tuturnya membuka percakapan.

Diceritakan Rohmi bagaimana kehidupan dirinya bersama keluarganya sejak masa kecil. Ia mengaku dididik dalam penuh kesederhanaan namun mengedepankan agama sebagai yang utama. Misalnya saja kewajiban untuk salat berjamaah, di waktu subuh, maghrib dan isya. “Tiga waktu tersebut wajib berjamaah. Ini yang saya rasakan ditekankan oleh kedua orang tua saya. Kalau untuk masalah pelajaran, nggak ada yang khusus. Lebih banyak waktunya belajar di sekolah. Kalau di rumah sih lebih banyak mainnya seperti anak pada umumnya,” bebernya tersenyum.

Selain itu, keluarganya dikatakannya memiliki kebiasan untuk wajib sarapan, makan siang hingga makan malam bersama-sama di rumah. Kebersamaan dalam keluarga dalam sebuah kesederhanaan menjadi sebuah konsep yang sangat dijaga oleh ayahnya.

“Kami itu juga oleh beliau didik disiplin. Kalau misalnya ngatur waktu itu harus pintar, yang paling utama jangan tinggal salat. Lebih baik tinggal yang lain,” akunya.

Meski demikian, menurutnya keluarganya tidak seperti yang dibayangkan banyak orang. Meski hidup dalam dunia pendidikan Islam pesantren, ia merasa hidup normal seperti anak pada umumnya. Tidak melulu berkutat dalam kesibukan belajar.

“Tidak seperti yang dibayangkan. Waktunya main ya main, waktu sekolah ya sekolah. Itu pak tuan guru (TGB, Red) dia mainnya minta ampun. Lapangan Sangkareang itu sudah jadi daerah kekuasaannya untuk main. Nggak melulu kok belajar agama,” ceritanya.

Keseharian Rohmi semasa kecil dijalani seperti anak seusianya. Tidak ada perlakuan istimewa meskipun saat itu ia adalahanak seorang pejabat pemerintah daerah. “Kami nggak pernah merasa kalau kami ini anak pejabat. Nggak  pakai fasilitas mobil bapak untuk ke sekolah. Saya jalan kaki dari rumah ke sekolah, kadang kalau panas naik bemo,” kenangnya.

Prestasi di SD berlanjut ketika duduk di bangku SMPN 2 Mataram. Dimana ia sempat khawatir bahwa di sekolah yang menjadi salah satu sekolah favorit di Kota Mataram tersebut tak lagi bisa juara.


Berhasil meraih juara umum saat itu, ia pun dihadiahi ayahnya sepeda motor Yamaha Super Cup 800. Dimana hadiah ini menjadi sesutau hal yang paling berharga menurutnya. “Itu saya gunakan sampai tamat kuliah S1 di ITS Surabaya. Bahagianya bukan main. Hadiah itu membuat saya termotivasi untuk terus juara hingga di bangku SMA,” tuturnya

Sumber : Lombok Post

Jawaban Hebat Sitti Rohmi Djalillah soal Pilkada NTB 2018

NINEBISA.NET. BERSUMBER dari Bimakini.com memberitakan bahwa Ketua Umum Pusat Muslimat, Dr Hj  Sitti Rohmi Djalilah, menyatakan kesiapannya maju dalam Pilakada NTB n 2018. Bahkan, kesiapan itu bukan sebagai bakal calon (Balion) Wakil Gubernur NTB, akan tetapi sebagai Gubernur NTB.

Pernyataan itu disampaikannya usai mengikuti kegiatan Kunker Gubernur NTB, Dr HM Zainul Majdi dan Ketua Penggerak PKK NTB, Hj Erica  di Paruga Nae Bolo Minggu (09/07).

Rektor Universitas Hamzanwadi Selong ini mengatakan, pada momentum Pilkada NTB tahun 2018 mendatang siap untuk bertarung menggunakan   Partai  Demokrat. Kesiapan itu tidak sebatas omongan, akan tetapi dibuktikan melalui  berbagai upaya yang dilakukan hingga saat ini. Sekarang ini  sedang membangun komunikasi dengan partai pendukung untuk berkoalisi.

“Partai Demokrat tentu akan membangun komunikasi dengan partai lain untuk berkoalisi,karena tanpa berkoalisi dengan partai lain,intinya dengan mengandakan Partai Demokrat saja tidak mungkin,” tegasnya.

Siapa yang akan diambil sebagai pendampingnya? Rohmi mengatakan, untuk saat ini belum bisa dipastikan, hal yang jelas sedang dibangun komunikasi ke arah siapa yang akan diambil menjadi pendamping.

Kepastian siapa calon pendamping akan ditentukan berdasarkan perkembangan politik.  Satu di antaranya akan merujuk kepada tingkat popularitas dan elektabilitas. “Sementara patokannya itu saja,” ungkap mantan Ketua DPRD Lombok Timur itu. (BK36)

Catatan Lombok Post terkait Sitti Rohmi Djalillah

HAMDANI WATHONI, Wartawan Lombok Post mencatat bahwa Rektor Universitas Hamzanwadi Dr. Sitti Rohmi Djalillah menjadi salah satu figur perempuan yang digadang sebagai calon kuat dalam Pilgub NTB mendatang. Bagaimana sosok akademisi yang juga kakak dari Gubernur NTB HM Zainul Majdi ini? Berikut catatannya

Judul Utama : Lebih Dekat dengan Sitti Rohmi Djalillah (1)
Sumber : Lombok Post

Raut wajahnya teduh. Dalam setiap kata yang dia ucapkan, sebagian besar diakhiri dengan  senyum tipis. Anak pertama dari almarhum HM. Djalaluddin dan Siti Rauhun ini merupakan kakak dari Gubernur NTB Dr HM Zainul Majdi dan empat saudara lainnya.

Ditemui Lombok Post di ruangannya, Dr Sitti Rohmi Djalillah masih terlihat sibuk dengan sejumlah urusan di Universitas. Namun, ia berupaya meluangkan waktunya. Dalam balutan hijab biru, ia masih nampak anggun di usianya yang hampir setengah abad.

Rohmi, sapaannya lahir di Pancor 29 Nopember 1968. Namun demikian, ia tumbuh besar di Mataram di kediaman orang tuanya. Ia menghabiskan mas kanak-kanak di SDN 3 Mataram kemudian SMPN 2 Mataram dan SMAN 1 Mataram.

Sejak duduk di bangku kelas  SD hingga SMA, istri Ketua DPRD Lotim H Khairul Rizal ini adalah langganan juara umum di sekolahnya. Apa rahasianya? Rohmi pun mengungkap bagaimana ia berhasil mendapatkan sejumlah prestasi yang diraihnya. “Semua biasa saja tidak ada yang istimewa. Semua berjalan apa adanya karena orang tua memang mendidikkami hidup sederhana,” tuturnya membuka percakapan.

Diceritakan Rohmi bagaimana kehidupan dirinya bersama keluarganya sejak masa kecil. Ia mengaku dididik dalam penuh kesederhanaan namun mengedepankan agama sebagai yang utama. Misalnya saja kewajiban untuk salat berjamaah, di waktu subuh, maghrib dan isya.

“Tiga waktu tersebut wajib berjamaah. Ini yang saya rasakan ditekankan oleh kedua orang tua saya. Kalau untuk masalah pelajaran, nggak ada yang khusus. Lebih banyak waktunya belajar di sekolah. Kalau di rumah sih lebih banyak mainnya seperti anak pada umumnya,” bebernya tersenyum.

Selain itu, keluarganya dikatakannya memiliki kebiasan untuk wajib sarapan, makan siang hingga makan malam bersama-sama di rumah. Kebersamaan dalam keluarga dalam sebuah kesederhanaan menjadi sebuah konsep yang sangat dijaga oleh ayahnya.

“Kami itu juga oleh beliau didik disiplin. Kalau misalnya ngatur waktu itu harus pintar, yang paling utama jangan tinggal salat. Lebih baik tinggal yang lain,” akunya.

Meski demikian, menurutnya keluarganya tidak seperti yang dibayangkan banyak orang. Meski hidup dalam dunia pendidikan Islam pesantren, ia merasa hidup normal seperti anak pada umumnya. Tidak melulu berkutat dalam kesibukan belajar.

“Tidak seperti yang dibayangkan. Waktunya main ya main, waktu sekolah ya sekolah. Itu pak tuan guru (TGB, Red) dia mainnya minta ampun. Lapangan Sangkareang itu sudah jadi daerah kekuasaannya untuk main. Nggak melulu kok belajar agama,” ceritanya.

Keseharian Rohmi semasa kecil dijalani seperti anak seusianya. Tidak ada perlakuan istimewa meskipun saat itu ia adalahanak seorang pejabat pemerintah daerah. “Kami nggak pernah merasa kalau kami ini anak pejabat. Nggak  pakai fasilitas mobil bapak untuk ke sekolah. Saya jalan kaki dari rumah ke sekolah, kadang kalau panas naik bemo,” kenangnya.

Prestasi di SD berlanjut ketika duduk di bangku SMPN 2 Mataram. Dimana ia sempat khawatir bahwa di sekolah yang menjadi salah satu sekolah favorit di Kota Mataram tersebut tak lagi bisa juara.

“Alhamulillah ternyata dapat juara umum juga. Padahal pesaingnya berasal dari sejumlah sekolah ternama yang ada di Kota Mataram,” akunya.

Berhasil meraih juara umum saat itu, ia pun dihadiahi ayahnya sepeda motor Yamaha Super Cup 800. Dimana hadiah ini menjadi sesutau hal yang paling berharga menurutnya. “Itu saya gunakan sampai tamat kuliah S1 di ITS Surabaya. Bahagianya bukan main. Hadiah itu membuat saya termotivasi untuk terus juara hingga di bangku SMA,” tuturnya (Bersambung/r2).

Restu untuk Sitti Rohmi Djalillah semakin OK

NINEBISA.NET. Bersumber dari LOMBOKPOST.NET memberitakan bahwa perempuat inspiratif, Rektor Universitas Hamzanwadi Dr. Hj Sitti Rohmi Djalillah akhirnya menyatakan kesiapannya bertarung di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gubernur NTB 2018 mendatang. Kesiapan tersebut diungkapkannya meski di awal sebelumnya masih malu-malu mendeklarasikan diri.

“Insya Allah,” jawabnya singkat ketika ditanyai Lombok Post mengenai kesiapannya tersebut.

Tak hanya bergerak di media sosial, saat ini sejumlah spanduk dan baliho mantan Ketua DPRD Lombok Timur (Lotim) ini telah terpasang di sejumlah titik. Mulai di wilayah Lotim hingga Mataram. Baliho yang bertuliskan mulai dari tagline ‘NTB Untuk Kita’ hingga ‘Teruskan Ikhtiar TGB’ menjadi jargon yang diusung kakak Kandung Gubernur NTB HM Zainul Majdi tersebut.

Keinginan Rohmi untuk maju di Pilgub ternyata tidak terlepas dari beberapa alasan. Diantaranya yakni restu dari suaminya yang menjabat Ketua DPRD Lotim saat ini H Khairul Rizal dan juga dukungan dari organisasi Nahdlatul Wathan dan Partai Demokrat.

“Insya Allah sudah (memberi izin, Red). Karena baik Demokrat dan internal Organisasi Nahdlatul Wathan juga telah mendorong bu Rektor untuk maju di Pilgub NTB,” kata Khairul Rizal ditemui di Kantor DPRD Lotim kemarin (4/5).

Apakah Rohmi maju di Pilkada NTB mengincar posisi satu atau dua? Rizal menjelaskan akan dianalisa berdasarkan hasil survei. Kemudian baru dilihat respon masyarakat dan dukungan formal dari partai politik selain demokrat. Mengingat untuk maju di Pilgub dijelaskannya butuh 13 kursi di DPRD Provinsi NTB. “Yang jelas kami di demokrat itu selain melihat integritas dan kapabilitas bu rektor tetapi juga elektabilitasnya,” ujarnya.

Menjawab pertanyaan sejumlah pihak mengenai status Rohmi sebagai perempuan yang akan maju menjadi pemimpin daerah, Rizal memberikan jawaban. Menurutnya, gender saat ini tidak menghalangi seorang perempuan menjadi pemimpin yang hebat. Hal tersebut sudah dibuktikan oleh Wali Kota Surabaya Tri Risma Maharani.

“Perempuan sudah membuktikan kinerja yang baik. Berkaca dari Wali Kota Surabaya Bu Risma, bahkan saya bilang Bu Risma adalah sosok Kepala Daerah Bupati/Wali Kota terbaik se-Indonesia. Itu menurut saya probadi,”jelas Rizal.  (ton/r2)

Alasan Pertama Membela Ikhtiar Sitti Rohmi Djalillah

NINEBISA.NET. Sitti Rohmi Djalillah adalah bukan karena ia adalah cucu Maulana Syaihk (dari benak penulis). Bukan juga karena ia kakak kandungnya Tuan Guru Bajang. Namun berdasarkan, apa yang tertuang dalam salah satu fun page jejaring sosial, (Buka, Like & Share) alasan diantaranya perempuan adalah kaum Ibu kita.

Soal kontroversi kebolehan perempuan menjadi pemimpin BACA DISINI. Semoga Allah SWT mengampuni dosa kita semua yang selalu menjadikan ayat-ayat suci-Nya hanya disaat ada kepentingan. Padahal, dari zaman bahula perempuan menjadi pemimpin, perempuan menjanda dan menghidupi dan memimpin keluarganya, perempuan dijadikan tulang punggung, perempuan dieksploitasi di kantor-kantor dinas jarang disinggung.

“Bukankah itu juga namanya pemimpin?”

“Ya. Tapi ini kan NTB, sebuah daerah yang Bupatinya banyak laki-laki. Masa Gubernurnya perempuan.”

Jika Allah berkehendak, tidak ada yang tidak mungkin. Karena, dari hati nurani yang terdalam bacalah bagaimana perempuan zaman ini. Tertindas, dilecehkan, dan Naudzubillah itu terjadi pada perempuan-perempuan yang aktif mengamalkan syariat agama kita. Marilah sejenak kita bershalawat kepada Rasulullah yang sangat mencintai perempuan.

Maka dengan munculnya Sitti Rohmi Djalillah sebagai bakal calon Gubernur Nusa Tenggara Barat, kalah ataupun menangnya kelak, semoga menjadi dakwah inspirasi bahwa perempuan itu bisa. Bisa lebih terhormat dan berjuang menjadi kaum-kaum terhormat agar tidak dilecehkan oleh om-om bangsat.

Semoga Sitti Rohmi bisa menjadi inspirasi bahwa perempuan itu mampu bertarung mengarungi kejamnya fitnah yang paling kejam. Sitti Rohmi Djalillah hadir sebagai inspirasi kita semua, “politik yang kejam saja, mampu dilawan perempuan” apalagi penderitaan hidup yang hanya membutuhkan tengadahan tangan. “DO’A”. Mari bersama kekuatan pengakuan bahwa perempuan adalah tiang agama.

Ini menjadi alasan pertama kami. Alasan kedua tunggu postingan kami. Kita tunggu ikhtiar organisasi yang sudah memuliakan perempuan, dalam hal ini Nahdlatul Whatan. Apakah NW akan mendeklarasikannya ataukah….? Kita tunggu saja, paling tepat mungkin di moment Hultah NWDI yang ke 82 tahun depan.

Mengenal Perempuan yang digelar Perisai Rasulullah

Perempuan NTB. NINEBISA.NET. Tahukan Anda bagaimana perempuan di zaman Rasulullah SAW. Perempuan sangat dimuliakan. Siapa yang memuliakannya. Adalah yang menciptakan perempuan yaitu Allah subhanahu wataala dan Rasululullah sallahuailihwasallam. Terbukti dengan diberikannya takdir perempuan untuk menghalangi panah musuh sesuai hikayah dibawah ini. 

Dikisahkan dari berbagai sumber terkait Hikayatusahabat adalah Ummu Imarah. Panggilan akrab Nusaibah binti Ka'ab. Dalam blog ini, namanya kami abadikan dalam sebuah jargon blog ninenusa-ntb.blogspot.com “Nurani Nusaibah untuk NTB”.

Ilustrasi :Goangone.blogspot.com
Soal kami mengambil nama tersebut, silahkan browsing judul terkait.  Nusaibah binti Ka'ab  adalah seorang sahabat Rasulullah dari kalangan wanita yang telah mengukirkan banyak jasa untuk dakwah Islam.

Nusaibah binti Ka'ab adalah wanita yang tangguh lagi pemberani, ia adalah lambang keberanian yang abadi. Kisahnya yang paling dikenal adalah ketika umat Islam berperang melawan orang-orang kafir dalam perang Uhud.

Baca Juga

Menangislah, InsyaAllah Sakit Matamu Berhenti dan Penglihatanmu Terbantu   

Dalil Perbanyak Berdzikir, Istigfar dan Memohon Ampunan Kepada Allah Swt   

Manfaat Surat Al Hujarat, An Nahl, Attaubah dan Surat Maryam untuk Ibu Hamil   

Manfaat Surat Yusuf untuk Ibu Hamil dan Menyusui   

Manfaat Surat Yaasin Bagi Ibu Hamil dan Menyusui


Dikisahkan pada saat itu Rasulullah tengah berdiri di puncak Uhud dan pada saat itu pula para pasukan musuh tengah mendekat ke arah Rasulullah untuk menyerang beliau. Nusaibah binti Ka'ab yang melihat hal itu lalu mencoba melindungi Rasulullah dengan mengibas-ngibaskan pedangnya untuk menghalau anak panah yang mengarah kepada Rasulullah.

Ia berperang dengan sungguh-sungguh dan penuh keberanian, bahkan demi melindungi Rasulullah ia tidak memperdulikan keselamatan dirinya sendiri. Meskipun pada saat itu ia menderita luka-luka di tubuhnya, namun ia tetap berusaha melindungi Rasulullah SAW.

Ketika melihat Nusaibah binti Ka'ab terluka, beliau kemudian bersabda,

"Wahai Abdullah (putra Nusaibah), balutlah luka ibumu! Ya Allah, jadikanlah Nusaibah dan anaknya sebagai sahabatku di dalam surga."

Mendengar do'a dari Rasulullah, semangatnya justru menjadi semakin bergejolak dan tidak lagi memperdulikan rasa sakit ditubuhnya akibat luka tersebut dan terus berperang untuk membela agama Allah dan Rasul-Nya, Nusaibah berkata, "Aku telah meninggalkan urusan duniawi".

Nusaibah pun mengisahkan perjuangannya dalam pertempuran Uhud, "...saya pergi ke Uhud dan melihat apa yang dilakukan orang. Pada waktu itu saya membawa tempat air. Kemudian saya sampai kepada Rasulullah Shallallahu alaihi Wassalam yang berada di tengah-tengah para sahabat.

Ketika kaum muslimin mengalami kekalahan, saya melindungi Rasulullah Shallallahu alaihi Wassalam, kemudian ikut serta di dalam medan pertempuran. Saya berusaha melindungi Rasulullah Shallallahu alaihi Wassalam dengan pedang, saya juga menggunakan panah sehingga akhirnya saya terluka."

Nusaibah adalah juga merupakan wanita yang sabar, ia selalu mementingkan kepentingan orang lain. Contoh dari kesabarannya adalah ketika ia menerima kabar bahwa salah seorang putranya syahid, ia tidak bersedih tapi justru ia malah bangga karena ia yakin bahwa Allah akan memuliakan anaknya di akhirat kelak.

Selain Perang Uhud, Nusaibah bersama suami dan putra-putranya juga ikut dalam peristiwa Hudaibiyah, Perang Khaibar, Perang Hunain dan Perang Yamamah. Dalam berbagai pertempuran itu, Nusaibah tidak hanya membantu mengurus logistik dan merawat orang-orang yang terluka, tapi juga memanggul senjata menyambut serangan musuh. Nusaibah meninggal dunia beberapa tahun setelah perang Yamamah.

Sumber :
Hikayatussahabah. Maulana Muhammad Zakaria al-Kandahlawi. Pustaka Rhamadan. 2014
http://www.makintau.com. Wanita wanita tangguh di zaman rasulullah.Desember 2015

NEWS